DESA FARMASI 2026: Meningkatkan Peran Mahasiswa sebagai Social Control Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Desa Farmasi merupakan salah satu program kerja dari Departemen Pengabdian Masyarakat BEMF Farmasi Unej yang bertujuan memfasilitasi mahasiswa farmasi untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat desa sekaligus menegakkan salah satu peran dan fungsi mahasiswa sebagai social control. Lokasi Desa Farmasi tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya yaitu di Desa Sidomukti, kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Pelaksanaan Desa Farmasi 2026 berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 16 Mei 2026, 17 Mei 2026, dan 28 Juni 2026. Lokasi kegiatan Desa Farmasi di hari pertama yaitu berada di SDN Sidomukti 2 dan kegiatan hari kedua serta hari ketiga berlokasi di Balai Desa Sidomukti.
Kegiatan hari pertama Desa Farmasi dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2026 di SDN Sidomukti 2 dengan peserta yaitu murid kelas 5 dan 6. Sebelum melaksanakan kegiatan, peserta mengawali hari dengan senam bersama-sama. Semua civitas SDN Sidomukti 2 hadir untuk memulai hari, menggerakan badan bersama-sama mengikuti irama lagu. Seusai senam bersama, murid kelas 5 dan 6 diarahkan untuk masuk ke kelas yang sudah dipersiapkan. Kegiatan dibuka dengan sapaan MC dan dilanjut oleh sambutan dari ketua pelaksana, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi, dan ditutup oleh sambutan dari Ibu Aminah, S.Pd., selaku kepala sekolah SDN Sidomukti 2. Seusai sambutan, peserta mengisi beberapa pertanyaan pilihan ganda guna mengukur pemahaman awal mengenai materi tanaman obat keluarga (TOGA). Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi berjudul “Pentingnya Menjaga Kebersihan Bagi Anak melalui Pemanfaatan TOGA” yang dibawakan oleh saudara Dimas Arifansyah Putra. Pemaparan materi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman tersebut.


Setelah sesi pemaparan materi di dalam kelas, peserta diajak untuk berkegiatan di luar ruangan guna melatih kemampuan motorik mereka. Peserta diajak untuk menanam tanaman TOGA yang sudah disiapkan. Beberapa jenis tanaman yang disediakan yaitu jahe, kumis kucing, kunyit, dan sereh. Selagi menanam, peserta juga diberi edukasi mengenai manfaat dari tanaman yang sedang ditanam itu. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan beberapa jenis tanaman TOGA yang sering dijumpai dan belajar untuk menghasilkan tanaman TOGA sendiri. Setelah itu, peserta kembali ke dalam kelas dan bermain bersama-sama dalam sesi games. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kebersamaan serta kerja sama antar peserta. Setelah melaksanakan semua aktivitas di hari itu, kegiatan ditutup dengan mengerjakan postest guna mengukur pemahaman siswa akan materi yang disampaikan serta dilanjut dengan seqsi dokumentasi bersama dengan seluruh tenaga pendidik di SDN Sidomukti 2.


Sehari setelah pelaksanaan kegiatan di SDN Sidomukti 2, pada tanggal 17 Mei 2026 dilaksanakan kegiatan bertempat di Balai Desa Sidomukti dengan peserta yaitu warga Desa Sidomukti. Acara ini cukup spesial karena berkolaborasi dengan panitia Dies Natalis Fakultas Farmasi. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana saudari Olga Citta Dharmajati, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi saudari Pasquita Irnadianis Bernika, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Bapak Dr. apt. Dian Agung Pangaribowo, M.Farm., dan Kepala Desa Sidomukti Bapak Sunardi Hadi Prayitno. Setelah sambutan, dilanjut dengan pengisian pretest guna mengetahui pemahaman awal warga. Setelah itu, kegiatan dimulai dengan pemaparan materi oleh ibu Dr. apt. Evi Umayah Ulfa., S.Si., M.Si. dengan judul “Pentingnya Imunisasi, Cek Kesehatan Berkala, dan DAGUSIBU”. Pemaparan materi dilakukan secara interaktif guna menarik antusiasme warga terhadap materi yang diberikan. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang informasi seputar imunisasi serta pengelolaan obat yang baik melalui DAGUSIBU. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan Medical Check-Up oleh panitia Dies Natalis Fakultas Farmasi. Pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi cek gula darah, tekanan darah (tensi), asam urat, dan kolesterol. Jika hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan positif, warga akan langsung mendapatkan obat serta penjelasan aturan penggunaan obat yang diberikan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini berbagai masalah kesehatan yang umum dialami di usia dewasa. Melalui pemeriksaan ini, masyarakat desa mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif tanpa biaya, yang membantu mereka mengetahui kondisi kesehatan mereka dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mereka.


Pada hari ketiga yaitu pada tanggal 28 Juni 2026, secara garis besar, kegiatan meliputi sosialisasi serta praktik membuat lilin aromaterapi dari tanaman TOGA. Peserta di hari ketiga meliputi ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu. Di balai desa, kegiatan diawali dengan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pretest. Pengisian lembar pretest ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal dari para peserta mengenai materi yang akan dipaparkan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan materi secara interaktif dengan topik “Pemanfaatan TOGA Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit DBD” oleh Ibu Dr. apt. Siti Muslichah, S.Si., M.Sc. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta yang hadir. Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme terhadap materi yang dibawakan, terbukti dengan adanya peserta yang mengajukan pertanyaan beruntun. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan praktik membuat lilin aromaterapi dari sereh. Produk lilin aromaterapi dari sereh ini merupakan salah satu produk yang bisa dibuat sendiri untuk mengusir nyamuk penyebab demam berdarah. Ibu-ibu peserta yang hadir dibagi dalam beberapa kelompok, lalu bersama dengan panitia pendamping akan dipandu bagaimana cara membuat lilin aromaterapi sereh. Produk olahan yang dibuat akan dibawa pulang oleh peserta dan diharapkan dapat menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengusir nyamuk penyebab demam berdarah. Setelah kegiatan praktik, dilanjutkan dengan pengisian postest guna mengetahui seberapa jauh pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Setelah itu dilanjut dengan sesi dokumentasi dan penutupan oleh MC.

