SOSIALISASI ETNOFARMASI UKMPA PRING KUNING 2026

Kegiatan Sosialisasi Etnofarmasi UKMPA Pring Kuning Fakultas Farmasi Universitas Jember merupakan bagian dari program Pengenalan Etnofarmasi Berbasis Agroformasi bagi Mahasiswa Baru sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Berkualitas (SDGs4). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada mahasiswa baru mengenai etnofarmasi, khususnya pemanfaatan tanaman obat berdasarkan pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat, serta memperkenalkan herbarium sebagai salah satu sarana identifikasi, dokumentasi, dan pelestarian tanaman obat.
Kegiatan Sosialisasi Etnofarmasi dilaksanakan pada 6 September 2026 bertempat di Aula 1 Fakultas Farmasi Universitas Jember. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.50 WIB. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa baru Fakultas Farmasi Universitas Jember serta Mahasiswa Pecinta Alam di Kabupaten Jember. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana, ketua umum UKMPA Pring Kuning, ketua BEM Fakultas Farmasi, pembina, serta pembukaan kegiatan.
Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan penyampaian materi mengenai etnofarmasi dan sesi tanya jawab. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai herbarium basah dan herbarium kering, yang kemudian disertai dengan demonstrasi pembuatan herbarium. Materi dan demonstrasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman sekaligus pengalaman kepada mahasiswa mengenai proses dokumentasi tanaman obat.
Setelah demonstrasi, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti praktik pembuatan herbarium basah dan herbarium kering. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya pendampingan selama proses praktik dan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat secara langsung mengenal proses pembuatan dan pelestarian herbarium sebagai bagian dari dokumentasi tanaman. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan promosi kegiatan herbarium sebelum memasuki sesi penutupan dan foto bersama.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi dalam sesi penyampaian materi, tanya jawab, demonstrasi, maupun praktik pembuatan herbarium. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa baru mengenai etnofarmasi dan herbarium serta menumbuhkan ketertarikan untuk mengenal, mendokumentasikan, dan melestarikan pengetahuan mengenai tanaman obat berbasis kearifan lokal. Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai peranan etnofarmasi dalam bidang farmasi serta mendorong partisipasi mahasiswa dalam kajian tanaman obat tradisional.