Edukasi Kritis Seputar Pengobatan Modern dan Tradisional Melalui Program Pemasangan Mading Fakultas


Pada tanggal 19 April dan 13 September 2026, telah dilaksanakan program kerja pemasangan majalah dinding (mading) edisi pertama dengan tema “Pill or Ill: The Hidden Side of Modern Medication” dan edisi kedua dengan tema “Herbal or Harmbal: The Double-Edged Sword of Traditional Medicine”. Program kerja ini bertujuan untuk memberikan informasi edukatif kepada mahasiswa dan sivitas akademika mengenai sisi lain dari tren pengobatan modern, serta pemahaman kritis terhadap penggunaan obat tradisional di masyarakat.
Salah satu pokok bahasan utama pada mading pertama adalah menyoroti berbagai isu dalam pengobatan modern yang sering kali luput dari perhatian masyarakat. Pembahasan meliputi bahaya peredaran obat palsu, peringatan terkait cyberchondria (kecemasan berlebih akibat mencari gejala penyakit secara daring), bahaya tren obat viral, serta kampanye keamanan obat melalui metode “Cek KLIK” dan pengawasan BPOM. Sementara itu, mading edisi kedua berfokus pada seluk-beluk pengobatan bahan alam. Fokus utama pada edisi ini mencakup penggolongan obat bahan alam (Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka), perbedaan mendasar antara obat herbal dan sintetis, serta bahaya tersembunyi dari penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) dalam produk tradisional. Mading ini juga meluruskan berbagai mitos dan fakta seputar keamanan obat herbal, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia.
Tujuan utama diangkatnya informasi pada kedua edisi mading ini adalah untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mencegah misinformasi yang marak beredar. Dengan masifnya perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi, mahasiswa farmasi diharapkan dapat menyaring informasi secara bijak dan membedakan antara fakta medis dengan mitos belaka. Pemahaman yang komprehensif terkait risiko pengobatan modern maupun tradisional sangat penting agar mahasiswa dapat memberikan edukasi yang tepat, aman, dan berbasis bukti kepada masyarakat luas.
Secara visual, mading pertama dirancang dengan konsep bioskop bergaya teater yang unik. Penggunaan ornamen tirai merah, gulungan film, papan clapperboard, dan popcorn merepresentasikan “tontonan” atau realita di balik layar industri pengobatan modern. Pada mading kedua, desain visual mengusung konsep alam yang bernuansa mistis dan klasik. Elemen-elemen seperti kertas perkamen kuno, dedaunan merambat, serta ilustrasi botol ramuan digunakan untuk memperkuat nuansa penjelajahan ke dalam ilmu pengobatan tradisional. Melalui visual yang menarik dan penyajian informasi yang berbobot ini, diharapkan wawasan pembaca mengenai isu kesehatan makin bertambah sekaligus mampu menekan angka kesalahpahaman terkait penggunaan obat di kehidupan sehari-hari.