DESA FARMASI 2026

Desa Farmasi merupakan salah satu program kerja dari Departemen Pengabdian Masyarakat BEMF Farmasi Unej yang bertujuan memfasilitasi mahasiswa farmasi untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat desa sekaligus menegakkan salah satu peran dan fungsi mahasiswa sebagai social control. Lokasi Desa Farmasi tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya yaitu di Desa Sidomukti, kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Pelaksanaan Desa Farmasi 2026 berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 16 Mei 2026, 17 Mei 2026, dan 28 Juni 2026.
Pada hari pertama tanggal 16 Mei 2026, dilaksanakan di SDN Sidomukti 2 dengan target murid-murid kelas 5 dan 6. Kegiatan di hari pertama ini dibuka dengan pemaparan materi tentang “Pentingnya Menjaga Kebersihan Bagi Anak melalui Pemanfaatan TOGA”. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan kegiatan praktik menanam TOGA bersama-sama. Murid-murid di SDN Sidomukti 2 akan mendapatkan edukasi dan belajar menanam tanaman TOGA. Selain itu, akan dilaksanakan pre-test dan post-test yang dilakukan oleh para peserta agar dapat diketahui persentase keberhasilan penyampaian materi dan praktikum yang telah dilakukan.
Pada hari kedua tanggal 17 Mei 2026, dilaksanakan di Balai Desa Sidomukti dengan target ibu-ibu serta bapak-bapak yang ada di desa. Kegiatan hari kedua ini diawali dengan pemaparan materi terkait “Pentingnya Imunisasi, Cek Kesehatan Berkala, dan DAGUSIBU”. Setelah kegiatan pemaparan materi, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis (medical check up) yang berkolaborasi dengan panitia diesnatalis FF Unej. Masyarakat desa akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara komprehensif seperti cek gula darah, tensi, asam urat dan kolesterol. Selain itu akan dilaksanakan pre-test dan post-test yang dilakukan oleh para peserta agar dapat diketahui persentase keberhasilan penyampaian materi.Pada hari terakhir tanggal 28 Juni 2026, dilaksanakan di Balai Desa Sidomukti dengan target ibu-ibu PKK yang ada di Desa Sidomukti. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang “Pemanfaatan TOGA sebagai Upaya Pencegahan Penyakit DBD”. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik membuat lilin aromaterapi serai. Ibu-ibu yang hadir akan mendapatkan edukasi dan belajar cara membuat lilin aromaterapi serai. Selain itu, akan dilaksanakan pre-test dan post-test yang dilakukan oleh para peserta agar dapat diketahui persentase keberhasilan penyampaian materi dan praktikum yang telah dilakukan.