TAHSIN
DISKUSI DAN MENTORING TAHSIN
Diskusi dan Mentoring Tahsin merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh UKKI Asy Syifa’. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dalam membaca Al-Quran. Pada periode ini, tahsin dilaksanakan selama tiga hari, pada tanggal 3, 17, dan 31 Oktober 2020. Kegiatan tahsin ini diisi oleh saudara Afrian Rosyadi, S.Farm.
Pada hari pertama, diskusi dan mentoring tahsin berlangsung selama 90 menit, pada pukul 19.00-20.30 WIB, dan diikuti oleh 53 peserta. Acara pertama yaitu presensi peserta dilanjut dengan pembukaan dan tilawah. Setelah itu, dilanjut dengan pretest materi pertama untuk mengetahui pemahaman peserta sebelum penyampaian materi. Setelah itu masuk pada inti acara yaitu pemaparan materi oleh pemateri dan sesi tanya jawab. Kemudian, dilanjutkan dengan postest bagi peserta dan dilanjut dengan acara terakhir yaitu pembacaan doa penutup oleh pemateri. Setelah itu, peserta mengirimkan rekaman suara membaca surat Al-Fatihah dan Al-Adiyat ke grup WhatsApp masing-masing dan dikoreksi pendamping, untuk mempraktikkan materi yang telah didapatkan.
Diskusi dan Mentoring Tahsin yang kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020 pukul 09.00-11.05 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta. Acara ini dibuka dengan pembacaan tilawah yang diisi oleh saudara Rida dan dilajutkan dengan pengerjaan pretest. Setelah itu, pemaparan materi oleh saudara Afrian Rosyadi selama kurang lebih 1 jam 40 menit dan diakhiri dengan pengerjaan posttest. Selain itu, setelah acara selesai peserta diminta untuk membaca surat yang telah ditentukan oleh panitia dan dikirimkan dalam bentuk rekaman yang nantinya akan dikoreksi oleh pendamping masing-masing. Pemilihan surat disesuaikan dengan tema acara. Pada acara kedua ini peserta diminta untuk membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Baqarah ayat 142 dan 145 kemudian menganalisis hukum tajwid yang terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 142.
Diskusi dan Mentoring Tahsin yang ketiga dilaksanakan pada Sabtu, 31 Oktober 2020 pukul 09.00-11.10 dan diikuti oleh 35 peserta. Acara pertama yaitu presensi dilanjut dengan pembukaan dan pembacaan tilawah oleh saudara Nisa’ Nur Laily. Setelah itu, peserta mengerjakan preteset. Acara selanjutnya merupakan acara inti yaitu pemaparan dan diskusi oleh pemateri, yakni saudara Afrian Rosyadi. Kemudian, dilanjutkan dengan postest bagi peserta dan dilanjut dengan acara terakhir yaitu pembacaan doa penutup oleh pemateri. Setelah acara selesai, peserta mengirimkan rekaman suara membaca Surat Al-Kahfi ayat 88 serta menganalisis hukum tajwid dan gharib yang terdapat pada ayat tersebut.
Materi yang disampaikan pada rangkaian tahsin pertama yaitu tentang makhorijul huruf. Makhraj huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyyah dalam melantunkan Al- Quran. Makharijul huruf dapat dibagi menjadi lima, yaitu makhraj halqi, makhraj lisani, makhraj syafawi, makhraj jaufi, dan makhraj khaisyum. Makhraj halqi (kerongkongan) terdiri dari tiga makhraj, yaitu dari pangkal kerongkongan, tengah tenggang, dan ujung kerongkongan. Makhraj lisani merupakan tempat keluar huruf hijaiyah dari lidah. Makhraj syafawi merupakan tempat keluar huruf hijaiyah dari kedua bibir. Makhraj jaufi merupakan makhraj huruf untuk huruf-huruf Mad yang dilepaskan ke dalam rongga mulut. Makhraj yang terakhir adalah makhraj khaisyum. Makhraj khaisyum merupakan tempat keluar huruf hijaiyah dari hidung.
Diskusi dan Mentoring Tahsin yang kedua bertemakan tentang “Tajwid”. Ilmu tajwid merupakan bagian dari Ulumul Qur’an yang perlu dipelajari, mengingat ilmu ini berkaitan dengan bagaimana seseorang dapat membaca Al-Qur’an dengan baik. Ilmu tajwid adalah ilmu yang berguna untuk mengetahui bagaimana cara melafalkan huruf yang benar dan dibenarkan, baik berkaitan dengan sifat, mad, dan sebagainya. Ada 12 macam hukum bacaan tajwid untuk membaca Al-Qur’an yaitu:
- Hukum Bacaan Nun Mati atau Tanwin
- Izhar Halqi: Izhar secara bahasa artinya jelas dan izhar halqi adalah hukum bacaan apabila nun mati atau tanwin bertemu dgn salah satu huruf izhar halqi (alif atau hamzah ,)ء(kha‘ ,)خ( ’ain ,)ع( ha , )ح( ’ghain ,)غ( dan ha.)ﮬ( ’)
- Idgham Bighunnah: Idgham Bighunnah artinya melebur disertai dengungan atau yang berarti memasukkan salah satu huruf nun mati atau tanwin kedalam huruf sesudahnya dan lafal dari idgham bigunnah tersebut haruslah mendengung jika bertemu empat huruf berikut yakni : nun (ن), mim (م), wawu (و) dan ya’ (ي).
- Idgham Bilaghunnah: Idgham Bilaghunnah artinya melebur tanpa dengung atau memasukkan huruf nun mati atau tanwin kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai suara mendengung. Hukum bacaan tersebut berlaku jika nun atau tanwin bertemu huruf berikut lam dan ra’.
- Iqlab: Iqlab adalah suatu hukum bacaan Al Quran yang terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan satu huruf saja yaitu huruf ba’ (ب).
- Ikhfa’ haqiqi: Ikhfa memiliki arti menyamarkan, hukum bacaan ini berlaku apabila huruf nun mati atau tanwin bertemu dgn huruf-huruf ikhfa yakni ta’(ت),
tha’ (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), , fa’ (ف), qof (ق), dan huruf kaf (ك).
- Hukum Bacaan Mim Mati
- Ikhfa Syafawi: Ikhfa syafawi, huruf mim mati (م ) yang bertemu dgn huruf ba (ب), dibaca dengan cara samar-samar pada bibir dan juga dengan didengungkan.
- Idgham Mimi: Ketika huruf mim mati bertemu dengan huruf mim dan cara melafalkan bacaannya tersebut adalah membaca huruf mim rangkap secara mendengung.
- Izhar Syafawi: Berlaku apabila huruf mim mati (م ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (م ) dan huruf ba (ب). Adapun cara membaca idzhar ini harus dilafalkan dengan jelas pada bibir sambil menutup mulut.
- Hukum Bacaan Idgham
- Idgham mutamatsilain: Idgham mutamathilain adalah hukum bacaan yang terjadi apabila suatu huruf bertemu dengan huruf yang sama misalnya huruf dal bertemu dengan huruf dal.
- Idgham mutaqaribain: Idgham mutaqaribain adalah bertemunya dua huruf yang makhraj dan sifatnya hampir sama, seperti huruf mim bertemu ba’, huruf kaf bertemu qaf.
- Idgham mutajanisain: Idgham mutajanisain adalah hukum bacaan ketika dua huruf dengan makhraj yang sama tetapi tidak sama sifatnya bertemu seperti huruf ta’ bertemu tha, lam bertemu ra’ serta dzal dan huruf zha.
- Hukum Bacaan Mad
Secara istilah Ulama tajwid dan ahli bacaan Al Quran, mad diartikan sebagai pemanjangan suara. Terbagi menjadi mad asli dan mad far’i.
Materi yang disampaikan pada tahsin yang ketiga adalah gharib. Gharib artinya tersembunyi atau samar. Menurut istilah ulama qurra’, gharib memiliki arti sesuatu yang perlu penjelasan khusus karena pembahasannya yang samar. Bacaan-bacaan yang termasuk gharib diantaranya imalah, saktah, isymam, tashil, dan naql. Imalah artinya memiringkan. Bacaan Imalah ada pada surat Hud ayat 41. Saat menemui bacaan saktah, yang kita lakukan adalah berhenti sejenak sebelum membaca bacaan berikutnya, tanpa mengambil nafas selama 2 sampai 4 harakat. Secara istilah, isymam adalah menghimpun dua bibir untuk mengiringi huruf yang sukun sebagai isyarat dhammah dengan tanpa suara atau nafas. Bacaan isymam ada di surat Yusuf ayat 11. Tashil adalah membaca antara hamzah dan alif. Tashil dibaca
dengan meringankan bacaan hamzah yang kedua. Terdapat pada surat Fussilat ayat 44. Naql berarti memindahkan harakat ke huruf sebelumnya. Naql terdapat di surat Al-Hujurat ayat 11.
Kesimpulan dari keseluruhan materi yang diberikan pada Diskusi dan Mentoring Tahsin ini adalah dalam membaca Al-Quran diperlukan pemahaman ilmu makhorijul huruf, hukum tajwid, dan gharib, agar dapat membaca dengan baik dan benar. Makhroj huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyyah dalam melantunkan Al-Quran. Makharijul huruf dapat dibagi menjadi lima, yaitu makhraj halqi, makhraj lisani, makhraj syafawi, makhraj jaufi, dan makhraj khaisyum. Ilmu tajwid adalah ilmu yang berguna untuk mengetahui bagaimana cara melafalkan huruf yang benar dan dibenarkan, baik berkaitan dengan sifat, mad, dan sebagainya. Hukum tajwid diantaranya hukum bacaan nun sukun atau tanwin, hukum bacaan mim mati, hukum bacaan idgham, dan hukum bacaan mad. Gharib artinya tersembunyi atau samar. Menurut istilah ulama qurra’, gharib memiliki arti sesuatu yang perlu penjelasan khusus karena pembahasannya yang samar. Bacaan-bacaan yang termasuk gharib diantaranya imalah, saktah, isymam, tashil, dan naql.
Hari Pertama (Sabtu, 3 Oktober 2020)
Pemaparan Materi


Tanya Jawab

Hari Kedua (Sabtu, 17 Oktober 2020)
Pemaparan Materi


Hari Ketiga (Sabtu, 31 Oktober 2020)
Pembacaan tilawah

Pemaparan materi
